Blogger templates

Pages

Senin, 26 Februari 2018

AL QURAN ADALAH OBAT

Ayat-Ayat Al Qur’an Sebagai Penyembuh

Semua ayat Al-Qur`an adalah obat yang bisa menyembuhkan. Namun, ada beberapa ayat atau surat dari Al-Qur`an yang lebih dikhususkan karena memiliki keutamaan sebagai pbat penyembuh, misalnya surat Al-fatihah. Allah berfirman

ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al-Israa’: 82).

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith menjelaskan bahwa maksud obat dalam ayat ini adalah obat untuk penyakit fisik dan jiwa. Beliau berkata

ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻳَﺸْﻤَﻞُ ﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﻘَﻠْﺐِ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮَﺍﺿِﻪِ ; ﻛَﺎﻟﺸَّﻚِّ ﻭَﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻏَﻴْﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﺄَﺟْﺴَﺎﻡِ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﻗِﻲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪُﻝُّ ﻟَﻪُ ﻗِﺼَّﺔُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﻗَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﻠَّﺪِﻳﻎَ ﺑِﺎﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ، ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﺓٌ

“Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati/jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana kisah seseorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yanh shahih dan masyhur” (Tafsir Adhwaul Bayan).

Al Qur’an adalah obat bagi penyakit-penyakit hati, dia juga obat bagi penyakit-penyakit badan, karena keumuman firman Alloh عز وجل:

﴿قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ﴾ [فصلت: 44].

 “Katakanlah: Al Qur’an itu bagi orang-orang yang beriman adalah petunjuk dan obat.”

Terutama adalah induk Al Qur’an, yaitu Al Fatihah.

            Al Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata: “Sungguh obat ini berpengaruh terhadap penyakit itu dan menghilangkannya sampai seakan-akan penyakit tadi tidak pernah ada, dan dia itu adalah obat yang paling mudah dan paling gampang. Andaikata sang hamba pintar berobat dengan Al Fatihah niscaya dia akan melihat Al Fatihah tadi punya pengaruh ajaib dalam pengobatan. Aku pernah tinggal di Mekkah sekian lama dan aku tertimpa berbagai penyakit, dan aku tidak mendapatkan dokter ataupun obat. Maka aku terus-terusan mengobati diriku dengan Al Fatihah, maka aku melihat dia punya pengaruh ajaib. Dan aku sering menceritakan hal itu pada orang yang mengeluhkan rasa sakit, dan kebanyakan mereka kemudian sembuh dengan cepat.

            Akan tetapi ada perkara yang harus dicermati, yaitu: bahwasanya dzikir-dzikir, ayat-ayat dan doa-doa yang dipakai untuk berobat dan meruqyah itu memang bermanfaat dan bisa mengobati. Akan tetapi dia menuntut objeknya harus menerima obat tadi, dan kuatnya tekad pengobatnya serta kuatnya pengaruhnya. Kapan saja tidak terjadi kesembuhan, maka hal itu karena lemahnya pengaruh sang pengobat, atau karena objeknya tidak menerima obat tadi, atau karena faktor penghalang yang kuat, yang menghalangi manjurnya obat, sebagaimana hal itu juga terjadi pada obat-obat dan penyakit-penyakit jasmaniyyah. Ketidakadaan pengaruh obat tadi bisa jadi karena tabiat si penderita tidak menerima obat tadi, dan bisa jadi karena kuatnya penghalang yang menghalangi tuntutan pengaruh obat.Tabiat si penderita jika mengambil obat tadi dengan penerimaan yang sempurna, badan bisa mengambil manfaat dari obat tadi sesuai dengan kadar penerimaan tabiatnya tadi. Demikian pula hati jika mengambil ruqyah-ruqyah dan perlindungan-perlindungan dengan penerimaan yang sempurna, dan si peruqyah punya jiwa yang aktif dan tekad yang berpengaruh untuk menghilangkan penyakit tadi.”

(“Al Jawabul Kafiy”/hal. 3).

0 komentar:

Posting Komentar