Blogger templates

Pages

Senin, 26 Februari 2018

PENTINGNYA TAZKIYYATUN NAFS DALAM RUQYAH

*Pentingnya Tazkiyyatun Nafs dalam Ruqyah*
*========================================*
بـــــــــــــــــــسم اللّه الرّ حمٰن الرّ حـــــــــــــــــــــیم

Tazkiyyatun nafs (penyucian jiwa) adalah bagian yang sangat penting dalam ruqyah syar'iyyah, bukan hanya dalam ruqyah, tapi dalam Islam itu sendiri. Sampai-sampai Allah bersumpah dengan 11 hal untuk menegaskan pentungnya 1 hal, yaitu tazkiyyatun nafs. Firman Allah dalam QS Asy-Syams: 1-10:
_“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (potensi) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”_

Tazkiyyatun nafs, berasal dari kata tazkiyyah yang artinya pensucian dan nafs yang artinya jiwa. Jadi tazkiyyatun nafs adalah pensucian jiwa dari kotoran yang mengotorinya, sementara ruqyah adalah obat dari penyakit yang menyakitinya.

Alhamdulillah, ruqyah atau disebut juga sebagai terapi Al Qur'an, adalah pengobatan yang dapat dijelaskan secara ilmiah (penelitian/fakta) dan secara ilahiah (dalil), karena Al Qur'an sesuai dengan fitrah manusia, tidak bertentangan dengan akal sehat. Karena itu, pelatihan yang kami bawakan dapat diterima oleh berbagai kalangan, dari awam, intelek, hingga praktisi medis.

Baik, tapi pada kesempatan ini fokus materi kita adalah tazkiyyatun nafs dan hubungannya dengan ruqyah syar'iyyah.

Kenapa jiwa manusia harus disucikan dahulu sebelum diruqyah..? Karena ketika ada syaitan dalam diri manusia, artinya ada kotoran yang harus dibersihkan, karena syaitan makhluk yang kotor dan dia suka tempat-tempat kotor. Maka fenomena gangguan jin/sihir bisa kita ibaratkan seperti lalat dan kotoran. *Kotoran paling busuk dalam diri manusia adalah kesyirikan dan kejahiliyahan (kebodohan)* . Kotoran ini bisa disebut sebagai kezoliman dan *kezolimam terbesar adalah menyekutukan Allah, yang membuat seorang hamba terhalang dari Al Qur'an, sebagaimana Allah sebutkan dalam QS Al Isro:82*
_"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah memberikan apapun kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."_

Maka jangan heran, ketika melihat ada orang kesurupan atau gangguan jin dibacakan Al Qur'an,  tapi jin nya tak merasakan apapun, bahkan melawan. Itu bukan karena jinnya kuat, bukan karena Al Qur'an tak ampuh, atau bacaannya salah. Bisa jadi yang membacakan atau yang dibacakan masih zolim. *Ingat, Al Qur'an ini adalah Firman Allah, Mukjizat Rasulullah, ia sebagai Syifa uu warohmah, sampai kiamat tidak akan berubah. Ketika dibacakan tak ada pengaruh, bisa jadi masih ada penghalang.*

Jadi, jika kita ingin mengusir lalat dari rumah kita, maka yang perlu dilakukan bukan sekedar memburu lalatnya saja, tapi bersihkan kotoran (kezoliman) yang membuat lalat itu betah. *Begitulah tazkiyyatun nafs dan ruqyah. Tazkiyyatun nafs dilakukan untuk membersihkan kotorannya (kezoliman) dan ruqyah mengusir lalatnya (syaitan).*

Ketika diri sudah tertazkiyyah dengan baik, qolbu akan bersih dan syaitan dapat diusir dengan mudah, dengan Al Qur'an, sebab *Al Qur'an juga disebut sebagai Furqon yaitu pembeda anatara hak dan yang batil, pembeda antara hamba Allah dan musuh Allah , Al Qur'an akan memisahkan keduanya karena mereka tidak akan mungkin bersama.* Karena itulah dalam beberapa ayat yang menjelaskan tujuan diutusnya Rasul, tugas pertama adalah membacakan ayat-ayat Allah dan mensucikan jiwa, menegakkan tauhid dalam diri manusia, baru mnegajarkan syariat seperti shalat, puasa, zakat, dll.

Misalnya Allah SWT berfirman dalam QS Al-Jumu’ah: 2: “Dia-lah (Allah) yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Senada dengan itu, Allah Ta’ala juga berfirman dalam QS Al-Baqarah: 151: “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu), Kami telah mengutus kepadamu rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.”

Maka membacaka ayat Al Qur'an adalah puncak dari tazkiyyatun nafs, sehingga jiwa itu siap untuk diajarkan Kitabullah dan hikmah. Betapa banyak orang yang sudah belajar kitabullah namun akhlaknya tidak hikmah, lantaran qolbu belum tertazkiyyah dengan baik hingga tidak selamat dari penyakit qolbu ujub, hasad, riya, sombong, dan seterusnya.

Maka, sekali lagi kotoran yg paling busuk dalam diri manusia adalah kesyirikan dan kejahilan. Karena itu dalam Surah Al Baqaroh:151 Allah juga berfirman "serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui."

*Kebodohan ini juga adalah penyakit ikhwah fillah.. Ketika kita tidak paham tentang ruqyah, tentang syaitan, tentang sihir, tentang ruqyah, sejarah ruqyah, dan bagaimana melakukan ruqyah, maka kita akan dengan mudah diambil oleh syaitan dan disakiti.* Karena jika setiap umat Islam sepenuhnya berimam dengan Al Qur'an, maka tidak ada lagi orang yang datang ke dukun. Cukuplah Al Qur'an sebagai obat dan Allah tempat brgantung.

Ikhwah fillah, yang dirahmati Allah, kita masih ingat 14 abad lalu, bagaimna Rasulullah menegakkan syariat Islam ini dgn bertahap sekali, yg pertama menyembuhkan kesyirikan menegapkan tauhid, kemudian mengajarkan solat, dan ibadah lainnya.

Ini pun sangat berkaitan dengan kondisi masyarakat, yang dialami manusia saat ini. Risalah islam ini sudah lama turun, namun At-thibbun Nabawi yang terdiri dari Al hijamah atau bekam, herbal sunnah sperti habattusauda, dan terapi ruqyah ini telah lama dilupakan bahkan ditinggalkan. Sehingga jiwa manusia saat ini harus ditazkiyyah kembali.

Bahkan syaitan telah memdominasi masyarakat saat ini. Muncul nya penyakit kronis yang tidak ada obatnya, jantung koroner, kista, dan lain-lain itu dikarenakan jiwa yang sakit dan harus disucikan kembali. Karena sumber semua penyakit itu hanya satu, yaitu qolbu manusia, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
_"“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)_

Qolbu ini sendiri adalah jantung yang letaknya pada dada manusia, sebagaimana Allah sebutkan dalam QS Al Hajj:46. *(Penjelasan ilmiah dan ilahiah hanya akan kami jelaskan dalam training)* Dan Al Qur'an memyembuhnya semua penyakit yang bersumber pada dada manusia, senagaimama Firman Allah, dalam QS Yunus:57.

Maka,sejatinya, ketika seseorang mengalami sakit dan musibah, itu adalah alaram bahwa ada masalah pada qolbunya, akibat dosa dan lainnya..yang dengan sakit itu Allah ingin menghapus dosanya.. Sebagaimama sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam,
_"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.
(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

_“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641)._

Sehingga yang pertama kali dilakukan adalah melakukan tazkiyyatun nafs (taubat dan taat), kemudian berobat. Sebelum berobat, diagnosa lah dulu penyakitnya lalu lakukan terapi yang tepat. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
_"Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)_

Nah, karena Al Qur'an adalah obat segala penyakit, yang mana sumber semua penyakit ada pada dada manusia, maka lakukanlah ruqyah yang tepat, tanpa mengabaikan terapi lainnya.
Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Zadul Ma’ad:
_“Al-Qur`an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat."_

Bagaimana mungkin penyakit tersebut mampu menghadapi  firman Dzat yang memiliki langit dan bumi. Jika diturunkan kepada gunung, maka ia akan menghancurkannya. Atau diturunkan kepada bumi, maka ia akan membelahnya. Maka tidak satu pun jenis penyakit, baik penyakit hati maupun jasmani, melainkan dalam Al-Qur`an ada cara yang membimbing kepada obat dan sebab (kesembuhan) nya.” (Zadul Ma’ad, 4/287)

Tatkala diri tertazkiyyah dengan baik, dosa telah Allah ampuni, maka untuk apalagi penyakit Allah timpakan pada kita? Karena tazkiyyah dan ruqyah ia akan mmbersihkan jiwa kita dari kotoran dan syaitan.

*Qolbu yang sehat itu, kata Syeikhul Islam Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah memiliki kekuatan untuk berjalan menuju Allah.. Kakinya tidak berat menuju mesjid, matanya tidak sulit bangun subuh, ada dorongan untuk taat dan ia akan benci dengan kemaksiatan.*

Bagaimna melakukan tazkiyyahnya? Pertama kita harus menyembuhkan _penyakit kebodohannya,_ untuk melakukan sesuatu harus disertai ilmu, setelah dipahamkan tentang ruqyah, bagaimna melakukannya, kmudian bagaimma _meyakinkan umat bahwa kesembuhan dgn Al Qur'an itu adalah garansi dari Allah untuk HambaNya yg beriman._

Sekarang bgaimana untuk meyakinkan, karena banyak orang diruqyah tdk kunjung sembuh, akhirnya menyepelekan Al Qur'an, meremehkan Al Qur'an. Salah satu sebabnya karena orang yang diterapi hanya ingin sembuh tapi tak mau melakukan tazkiyyah. Dan akan sulit juga jika hanya tazkiyyah tapi tak mau melakukan ruqyah. Seperti orang yang membersihkan kotorannya saja, tapi membiarkan lalatnya. Padahal makanan yang sehat pun, ketika hinggapi lalat akan memjadi buruk. Begirulah yang dilakukan syaitan dalam diri manusia, membuat qolbu berpenyakit riya, hasad, dan sombong..

Lalu jika ada yang bertanya, "sampai kapan kita harus melakukan tazkiyyah dan ruqyah?". Sebelum menjawabnya, saya tanya dulu "sampaikan kapan anda harus mandi membersihkan kotoran pada jasad? Apakah cukup hanya 1x sehari atau 1x sebulan. Tidak bukan, bahkan 2-3x sehari setiap hari." Nah, begitu pula dengan qolbu kita, ia perlu ditazkiyyah dengan ibadah-ibadah, misalnya zakat dilakukan untuk membersihkan harta dan jiwa. Memaafkan dengan sempurna akan menghilangkan dendam, dan seterusnya tergantung jenis kotorannya.

Maka lakukanlah tazkiyyah dan ruqyah mandiri, selama anda ingin qolbu itu bersih dari kotoran dan sehat dari gangguan syaitan setiap hari. Kecuali jika anda merasa diri telah kebal dari talbis dan tak pernah kotor lagi.

Padahal, siapakah yang tidak pernah berbuat khilaf dan dosa dalam kehidupan ini? Karena dosa adalah bentuk kezoliman yang perlu ditaubati sebelum melakukan ruqyah... Dan kezoliman paling besar adalah melakukan kesyirikan.

Allah berfirman dalam QS Al Isro ayat 82:
_"Dan Kami turunkan dari Alquran ini suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah memberika apapun kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."_

*Kesimpulannya:*
📌 Seorang Muslim yang ingin sembuh dengan Al Qur'an, harus mengambil Al Qur'an secara keseluruhan. Tidak bisa hanya mengambil Al Qur'an sebagai syifa atau hanya ruqyah saja tapi mengabaikan perintah lainnya.

📌 Tidak bisa pula jika mengambil Al Qur'an dan mengabaikan yg lainnya apalagi mengabaikan Al Qur'an sebagai syifa.

📌 Jadi ambilah Al-Qur'an secara keseluruhan, karena Allah telah menyempurnakannya dengan berbagai macam fungsi dari kemukjizatannya.. Diantaranya Al Qur'an sebagai Syifa, obat segala macam penyakit. Dan al Qur'an juga sebagai Furqon, pembeda antara yg haq dan batil. Juga pembedahan antara hamba Allah dan musuh Allah, keduanya tidak akan bersama.

📌 Maka, jika ada syaitan dalam diri hamba Allah, yg pertama kali harus dilakukan adalah bertaubat, kemudian taat, maka itu akan mensucikan jiwanya (tazkiyyah an nafs) kemudian usirlah musuh Allah dengan Furqon. Dengan begitu jiwa akan suci dari kotoran dan lalat (dosa dan syaitan).

Wallahu 'alam

Refrensi:
📚 Tafsir Ibnu Katsir
📚 Zadul maad

0 komentar:

Posting Komentar