Blogger templates

Pages

Sabtu, 22 September 2018

Nyawamu seumur jagung

# *NYAWAMU SEUMUR JAGUNG* 🌽

✒ Ust. Zainal Abidin Lc

▪Mesin pabrik terus berbunyi,
▪Roda mobil terus berputar,
▪Baling-baling pesawat terus bergerak kencang,
▪Nafas dan jantungmu berdetak kencang.
▪Ke manakah langkahmu kamu ayunkan, ke surga ataukah ke neraka.
▪Lihatlah rambutmu mulai kusut, kulitmu terlihat mulai keriput, mukamu sebentar lagi mengerut bak jeruk purut dan urat nadimu suatu saat tak lagi berdenyut serta nyawamu akan dicabut malaikat maut.

⁉ Bekal apakah yang kamu siapkan untuk menuju perjalanan akhirat yang amat jauh...!

⚰ Kematian terus mengitarimu siang malam, tapi......
Kamu terus asyik dengan dosa dan maksiat.
Hatimu enggan bertaubat
Dengan Allah-pun tetap kurang dekat.

💢 Hingga hari ini.... kau lipat permadani ketaatan sedangkan kau hamparkan di depan matamu berbagai tikar kemaksiatan..

♨ Kau kotori hatimu dengan berbagai macam kekufuran dan kesyirikan.

🔥Kau nodai ibadah dan amalmu dengan berbagai macam kebid'ahan dan kesesatan.

👣 Terus kapan kau mulai menapaki jalan kesalehan. Apalagi keluargamu dan orang-orang sekitarmu menuju kebenaran dan kebaikan.

‼ Berbekallah dengan ketakwaan karena sudah masuk malam adakah jaminan umurmu akan masih bertahan hingga esok hari.

⚖ Sekarang hanya ada amal tiada hisab sementara esok di akhirat hanya ada hisab tiada lagi kesempatan untuk beramal.

⚰ Andaikan setelah mati, manusia dibiarkan tanpa hisab maka ketahuilah semua orang yang hidup dengan mudah berharap kematian.

🌍 Dunia ini amat pendek dan ternyata kita hanya mendapat jatah umur lebih pendek dari umur dunia yang pendek tersebut sehingga Rasulullah bersabda, "Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh jarang sekali umarnya yang lebih dari itu".

🔘 Kalau sebagian ulama salaf saat diajak berbicara dengan suatu yang tidak bermanfaat maka berkata, hentikan matahari dulu, bagaimana umurku bertambah namun kebaikanku tidak bertambah.

💢 Tapi di antara kita dengan mudah membuang-buang untuk kesia-siaan; padahal Nabi bersabda, Termasuk tanda baiknya Islam seseorang bisa meninggalkan suatu yang tak berguna.

▪ Kita hanguskan waktu kita di depan layar TV.

▪ Kita hancurkan umur kita dengan duduk-duduk di bar dan caffee...

▪ Kita buang waktu di kolam pemancingan dan di depan meja billiard, catur dan meja judi.

▪ Al-Qur'an dan hadits banyak yang belum kita pelajari dan kita hafalkan, namun kita dengan gampang membuang waktu dengan berbagai macam obrolan yang sia-sia.

📜 Sementara Rasulullah bersabda, "Tidak pernah menyesal penghuni surga saat masuk surga kecuali atas satu, waktu terlewat tidak berdzikir kepada Allah".

⏳ Umur adalah amanah dan waktu adalah nikmat namun banyak orang silau dan tertipu padahal semuanya akan dipertanyakan Allah sebagaimana sabda, "Dua kenikmatan, di mana banyak manusia yang tertipu dengannya, sehat dan kelonggaran".

🔥 Kau tidak merasa berdosa dengan penelantaran umur dan waktu padahal NYAWAMU BISA JADI TINGGAL SEUMUR JAGUNG                                                                                                                                                               
جزاكم الله خيرا
بارك الله فيكم

Semoga nasihat ini menjadi pelita u kami dan panjenengan semuanya baarokallohu fiikum

Repost by
*Ruqyah Syar'iyyah Cilacap (RSC)* | 085859969693

www.ruqyahcilacap.blogspot.co.id

Cilacap mengaji



*== CILACAP MENGAJI ==*

*SHARE INFO DI :*
https://www.facebook.com/cilacapmengajiofficial/photos/a.1747081502172368/2153598698187311/?type=3&theater

Insyaa Allah,
Jadwal Tabligh Akbar di *BARLINGMASCAKEB* Terupdate

*= CILACAP =*

1) 📚 *TAUHID KUNCI KEBERKAHAN NEGERI*
👤 bersama *Ust. Sufyan Chalid Ruray*
⏰ Pukul 09.10 - 11.00 WIB
🕌 @ *Masjid Al Ishlah*
Jl. Cerme - Cilacap

2)  📚 *MENGENAL IMAM AS - SYAFI`I*
👤 bersama *Ust. Musyaffa Ad dariny*
⏰ Pukul 18.30 - 20.00 WIB
🕌 @ *Masjid Baiturrahim MAIS*
Jl. Sumbawa no. 70, Gunungsimping Cilacap

🚻 Gratis, Untuk Umum, Kaum Muslimin dan Muslimah

📡 *LIVE CILACAP MENGAJI*
Fanspage : https://www.facebook.com/cilacapmengajiofficial/…

📞 *Cilacap Mengaji* : +62 812-2778-8778

Donasi Tabligh Akbar :
Bank BRI
0106 0103 2471 500
An. Hidayat Hariawan
Konfirmasi ke :+62 812-2778-8778

♻ Silahkan berbagi, semoga Bermanfaat dan menjadi Amal Jariyah.

Jumat, 21 September 2018

Fitnah bagi peruqyah

Fitnah Yang Mengancam Roqi
==========================
Semua kebaikan pasti ada tantangan dan ujian. Ujian sering disebut dengan fitnah. Jika tidak ada fitnah yg dihadapi, itu bukan namanya perjuangan tapi kesenangan alias hobby.
Menjadi praktisi ruqyah (roqi) bukan sesuatu yang sepi fitnah. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa seorang peruqyah adalah mujahid dijalan Allah (Mujahid fi Sabilillah).
Setidaknya - secara global - fitnah yg dihadapi seorang peruqyah adalah :
(1). Fitnah Harta.
Jika seorang peruqyah tidak pandai mengelola hati, maka godaan harta bisa menguasai dirinya. Bukan hal yg mustahil ketika ada peruqyah yg menjadikan ruqyah sebagai kesempatan mencari keuntungan materil diluar batas kewajaran.
Terkadang setan pintar memainkan talbisnya. Dengan alasan, memudahkan urusan pasien, ruqyahnya tidak dikenakan bayaran. Lalu dia membuat berbagai resep obat herbal yg telah dibacakan ruqyah dan dijual dengan harga tinggi melebihi harga yg sepatutnya. Semoga kita dijaga Allah dari fitnah ini.
(2). Fitnah Wanita.
Fitnah wanita boleh dikatakan fitnah terberat bagi seorang peruqyah berkelamin lelaki. Tidak jarang, godaan itu datang dari pasien perempuan yg memang punya masalah. Dari masalah hati sampai masalah jablai. Lebih jauh lagi, masalah-masalah pasien yg bisa membuka celah terjadinya fitnah - antara lain - adalah :
=> Faktor kecantikan dan fisik.
=> Faktor jomblo (pasien belum menikah dan siap dipoligami).
=> Faktor keringnya kasih sayang
=> Faktor rumah tangga (selalu disakiti suami)
Awalnya peruqyah tidak terpikir tentang pasien tersebut tapi setan kadang pandai bermain. Disinilah, pentingnya kekuatan ilmu, iman dan ibadah bagi seorang roqi. Terutama sekali, selalu menjaga hati, mata dan sikap. Jangan bersikap terlalu welcome terhadap pasien yg punya masalah, apalagi ketika peruqyah membuka diri untuk mendengarkan masalahnya secara pribadi melalui pembicaraan di handphone atau lewat media sosial spt Whatsapp dan sebagainya.
(3). Fitnah Popularitas.
Fitnah ini bisa memudahkan hadirnya kedua fitnah sebelumnya (Harta dan Wanita). Ketika popularitas sudah berada di dalam genggaman, seorang sangat mudah mendapatkan uang dan selalu menjadi rujukan para "pemuja". Fitnah ini juga bisa menumbuhkan penyakit 'ujub (kagum pada diri sendiri) dan merasa cukup dengan ilmu yg ada serta menjauhkan diri dari nasehat dan bimbingan orang lain.
Semoga Allah menjaga semua peruqyah yg ikhlas dari fitnah-fitnah yg dapat merusak diinya dan merusak citra ruqyah syar'iyyah. Amin.
====
Medan, 17 September 2018
Musdar Bustamam Tambusai
(Founder MATAIR / Majlis Talaqqi Ilmu Ruqyah, Medan - Indonesia)

Repost by
Ruqyah Syar'iyyah Cilacap RSC | 085859969693

www.ruqyahcilacap.blogspot.co.id

SAAT PERUQYAH DIGHIBAH JUHALA

*Saat peruqyah dighibahi juhala*

Oleh : Ustadz Syuhada Hanafi (Founder CRS)

Sangat mungkin peruqyah yang dighibahi oleh para juhala karena mungkin tajwidnya tidak seberapa, atau dianggap 'menjadikan ruqyah sebagai profesi', atau sorotan negatif lainnya, justru lebih baik dari pengghibah. Terlebih jika akhlak peruqyah tersebut sebenarnya baik.

Juhala atau aghbiya' tersebut pun merasa lebih bertauhid dibanding para peruqyah yang mereka ghibahi. Padahal dalam meruqyah, jika tidak mempertebal tauhid dan menjaga diri dari perbuatan dosa besar, bisa hancur hidupnya. Terlebih peruqyah yang sudah mengalami banyak intimidasi dari para setan hingga harus rutin membaca doa perlindungan. Beda dengan mereka yang sekadar menonton dan mengoreksi.

Minimal kita melihat eksistensi para peruqyah itu sebagai salah satu solusi terbesar akan merebaknya perdukunan, santet, hasad dan serangan-serangan setan di zaman ini. Sedangkan kita lihat ada beberapa orang berkarakter sama yaitu hanya mampu membocorkan ban atau membakar ban di jalanan; hanya mampu mengoreksi dan siapalah diri mereka selain tukang ngorek dan hanya menggembosi?

Para aghbiya' rata-rata menyamaratakan seluruh jenis kesurupan. Itu disebabkan kejahilan, minimnya pengalaman dan kesoktahuan. itu merupakan tiga modal besar untuk banyak menyalah-nyalahkan.

Jahil akan kejahilan dirinya, sehingga memposisikan diri seolah tahu seluruh kasus kesurupan padahal menghadapi pun baru segelintir kasus; yang menuding orang lain ujub padahal justru sendirinya lah yang ujub. Minimnya pengalaman yang membuatnya merasa sudah banyak berpengalaman, sehingga sudah merasa menguasai seluruh kasus. Akhirannya: adalah kesoktahuan dan kesombongan.

Mereka akan berkata: "Soal ruqyah? Ya tanya ulama, jangan tanya praktisi!" untuk merendahkan para praktisi. Dan seolah para praktisi tidak pernah memakai petuah ulama. Seolah pula tidak ada praktisi yang juga ulama. Dan ketika disuguhi petuah ulama yang membenarkan metode praktisi, mereka diam. Ketika terjadi khilaf diantara ulama maka peruqyah dibantai habis habisan.

Mereka akan berkata: "Yang penting adalah proses, bukan hasil. Percuma hasilnya dapat, tapi prosesnya ga benar." untuk menyalah-nyalahkan prosesi beberapa praktisi. Seandainya mereka benar-benar hadir di lokasi melihat sendiri atau menangani sendiri mungkin lisan mereka akan lebih terjaga.

Nb.
Saya (Perdana) melihat beberapa pengejek dan pencela yang merendahkan peruqyah akhirnya Allah beri ujian istrinya atau anaknya kena sihir, pesantrennya terkena kasus kesurupan massal, bahkan dirinya kena gangguan jin akhirnya merasakan betapa susahnya meruqyah diri sendiri juga orang lain akhirnya sekarang mereka diam tidak berani lagi merendahkan peruqyah bahkan akhirnya konsultasi pada peruqyah yang sebelumnya mereka rendahkan dan cela begitu rupa.

Allah itu Maha Adil.......

----
Copy & paste  (copas) daripada FB Ustaz Perdana Ahmad.

Repost by
Ruqyah Syar'iyyah Cilacap RSC | 085859969693

www.ruqyahcilacap.blogspot.co.id

Kamis, 20 September 2018

PAHALA SHALAT DHUHA

*PAHALA SHALAT DHUHA*

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.

Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

*Pertama*
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. *“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”* (HR. Turmudzi)

*Kedua*
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. *“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.”* (HR. Hakim).

*Ketiga*
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. *“Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.”* (HR. At-Thabrani).

*Keempat*
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. *“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.”* (HR. At-Thabrani).

*Kelima*
Allah menyukupkan rezekinya. *“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.”* (HR. Abu Darda`).

*Keenam*
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. *“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”* (HR Muslim).

*_Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?_*

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.
Syukron ...siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.

*_SEMANGAT SHALAT DHUHA_*

🍃 Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa

🍃 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: *"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."* (HR. Al-Bukhari).

Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..


Semoga bermanfaat.Aamiin

RENUNGAN UMUR

BERAPA UMURMU?  -  SUDAH 50 TAHUN?

"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun."
(Hadits Riwayat Bukhari)

Al-Khattabi berkata:
"Maknanya, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan, karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian.
Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap-siap bertemu Allah."
(Tafsir al-Qurthubi)

Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun,

Nasihat Fudhail kepadanya:

"Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!"

Maka para alim ulama memberi nasehat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun:

1. Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.

2. Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal shalih.

3. Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.

4. Jangan gelisah, berkeluh kesah dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.

5. Perbanyak do'a mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.

6. Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.

7. Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.

8. Kerapkan menjalin silaturrahim dan merapatkan hubungan yang renggang sebelumnya.

9. Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah didzalimi.

10. Tingkatkan amal shalih terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.

11. Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.

12. Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.

13. Berhentilah dari semua maksiat !!!

mata, berhentilah memandang yang tidak halal bagimu.

tangan, berhentilah dari meraih yang bukan hak mu.

mulut, berhentilah makan yang tidak baik dan yang tidak halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain.

telinga, berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat.

14. Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yang terjadi dan menimpa.

15. Penuhi terus hati dan lisan kita dengan istighfar & taubat untuk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat, waktu dan keadaan.

Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 tahun, karena...

KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10211958936142093&id=1033128226

GRUP WA PERMATA SUNNAH

Silahkan gabung di link nya

https://chat.whatsapp.com/GqVJCpHyYMF42DqloLo3zt

Semoga bermanfaat

Rabu, 19 September 2018

DZIKIR PAGI

YUK RUTINKAN BACA DZIKIR PAGI

(Antara Shubuh hingga siang hari ketika matahari akan bergeser ke barat)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

[1].  Membaca ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]

[2].  Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.[2]

[3]
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.[3]

[4]

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

Artinya:

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)[4]

[5]

Membaca Sayyidul Istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya:

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.[5]

[6]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.[6]

[7]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.[7]

[8]

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.

Artinya:

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.[8]

[9]

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya:

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya.[9]

[10]

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.

Artinya:

“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. [10]

[11]

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.

Artinya:

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]

[12]

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

Artinya:

“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja)[12]

[13]

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

Artinya:

“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.[13]

[14]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)

Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula.[14]

[15]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 100 x dalam sehari)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.[15]

[16]

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

Artinya:

“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 x di waktu pagi saja)

Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha. [16]

[17]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1 x setelah salam dari shalat Shubuh)[17]

[18]

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 x dalam sehari)[18]



[1] HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.

[2] HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[3] HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161.

[4] HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

[5] HR. Bukhari no. 6306.

[6] HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[7] HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

[8] HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).

[9] HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[10] HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[11] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.

[12] HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Lihat pula As Silsilah Ash Shahihah no. 2989.

Catatan: Dzikir ini hanya dibaca di pagi hari. Riwayat yang menyatakan dibaca juga saat petang hari adalah riwayat yang lemah. Sebagaimana dinyatakan oleh guru penulis, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Thorifi dalam Adzkar Ash Shobaah wal Masaa’, hal. 65.

[13] HR. Muslim no. 2692.

[14] HR. An Nasai Al Kubra 6: 10.

[15] HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691.

[16] HR. Muslim no. 2726.

[17] HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[18] HR. Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702.

Selasa, 18 September 2018

Mengembalikan SIHIR

Oleh :
Ust Nuruddin Al Indunissy-

Bismillah Asholatu wa Salamu ala Rasulillah.

“Ketika kita terkena sihir, hal pertama yang harus kita tanyakan adalah bukan darimana sihir ini tapi kenapa kita terkena sihir”, begitu seorang bijak berkata. Namun pada kenyataannya, tidak semua manusia mampu bersabar membiarkan kedzaliman menjerat kehidupannya. Sudah lama ummat ini menanti-nanti sebuah tehnik yang syar’ie, tentang bagaimana menyikapi kejahatan dukun-dukun pemuas nafsu itu.

Sehebat apapun ilmu pengetahuan syariat seseorang, jika tidak dibarengi kekokohan tauhid biasanya terjatuh bertekuk lutut saat dihadapkan dengan ujian dan musibah-musibah yang beruntun. Tentu saja bagi jiwa yang kokoh bertauhid hal ini bisa ditebas dengan kata sabar, tapi bagi mereka tentu ini akan teramat sulit. Semoga Allah meridhai tehnik mengembalikan sihir ini langsung ke pelakunya.

Saat seorang manusia dengki dengan manusia lainnya, ia akan melakukan apapun untuk mengantar nafsunya termasuk berbuat syirik dengan mendatangi dukun atau tukang sihir. Dan demi uang, si tukang sihir akan melakukan ritual untuk memanggil syaitan dan menyuruh kejahatan kepada target. Kemudian target sakit seakan tidak ada obatnya di dunia. Sayangnya siksaan jin ini kadang melebihi kejahatan yang diperintahkan dukun atau pesuruhnya, kadang ia masih bersarang di tubuh hingga dukun atau pesuruh yang dengki tadi mati sekalipun. Terbanyang jika kontrak kerja mereka (jin itu) adalah 50 tahun, dalam rentan waktu yang lama ini manusia yang disihir bisa gila.

Saat perdukunan itu merajalela, kita yang cerdas harus segera menyikapinya. Dari hal yang lembut sampai extreme sekalipun, dukun-dukun itu harus diberi pelajaran. Problematika sihir yang akut ini harus disikapi saat RUU santet itu tidak memenuhi jawaban untuk ummat. Apakah seorang muslim berhaq membalas kejahatan dengan kejahatan yang setimpal atau mencukupkan diri dengan bersabar?

Jika bersabar, tentu itu lebih baik karena itu adalah rejeki ruhani yang Allah berikan kepada dia. Allah berfirman dalam surah An Nanl ayat 126:

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ

Artinya: “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar”.

Ayat ini turun di sekitaran bukit uhud, madinah. Saat itu Rasulullah Sholallahu alaiyhi wa sallam menangis tersedu atas kepergian Hamzah Ra yang terbunuh dalam perang dan dimutilasi oleh Hindun. Rasulullah menengadah kelangit dan berjanji akan memutilasi 70 quraisy jika beliau berhasil mengalahkannya. Saat itulah ayat tersebut turun, dan hati Rasul lembut kembali untuk kemudian bertaubat atas ucapannya.

Sahabat Rehab Hati, yang dirahmati..
Beberapa waktu lalu saya pernah menulis status pendek yang berisi tehnik membalikan sihir ke pelakukannya dengan tehnik yang sangat sederhana namun terbukti Ampuh untuk menghajar dukun-dukun yang kafiiiiir kepada Allah itu.

Saya menghapus statement itu karena banyak peruqyah yang ribut dan sebagian dari mereka yang dengki menganggap itu tehnik syirkiyyah. Padahal tehnik itu mengacu ke ayat diatas, dan biidznillah Allah mengabulnya. Hari ini tehnik ini saya tulis lagi dan saya harap bermanfaat bagi sahabat yang keluarganya sedang di dzalimi syaitan manusia (syaitan berbentuk manusia/dukun).

TEHNIK MEMBALIKAN SIHIR KEPADA PENGIRIMNYA

1. Bangun dipertiga malam, saat semua orang sedang tertidur.

2. Ambil wudhu, dan duduk, bersimpuhlah dihadapan Allah yang maha gagah lalu mohonlah perlindungannya dengan membaca Ta’awudz, ayat Kursi, al Falaq dan an Nass.

3. Dirikanlah 2 rakaat ringan, dan lanjutkan shalat malam seperti biasa.

4. Di dua rakaat terakhir lakukan qunut nazilah [qunut kutukan], angkat kedua tangan dan mohonlah kepada Allah dengan air mata yang tulus, harap dan takut.

Teks bisa sama dengan qunut nazila yang dilakukan Rasulullah sholallahu alaiyhi wa sallam atau teks sendiri, semisal: “Ya Allah, sesungguhnya hamba tidak tahu apa yang terjadi dengan hamba ini. Namun hamba yakin, hal ini terjadi karena kedzaliman hamba. Maka ampuni hamba ya Rabbi dan beri hamba kekuatan untuk memaafkan mereka yang mendzalimi hamba. Binasakan dan laknatlah setiap syaitan yang menyakiti jiwa dan jasad hamba, sirnakan seluruh sihir di jiwa dan jasad hamba”. Aamiin…

5. Lakukan setiap hari selama 30-40, dan lihat dampaknya dihari ke 3 dan selanjutnya.

6. Semoga Allah melaknat setiap syaitan yang membelenggu keluarga antum, aamiin

Pada dasarnya, tidak dibalikin pun kadang sihir itu kembali dengan sendirinya (saat jin itu tidak kuat lagi menahan siksaan) baik dari peruqyah ataupun upaya ruqyah mandiri yang dilakukan pasien. Ini sering dibuktikan para peruqyah, termasuk saya sendiri. Artinya tanpa diniatkanpun sihir itu kembali, “apalagi jika diniatkan?”

“Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit,  kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun)”. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Semoga Allah meridhai.

Salam Tauhid!
Nuruddin Al Indunissy

Sabtu, 08 September 2018

BUKU KONSEP LALAT DAN SAMPAH




Salah satu ibroh buku ini, yang mengenal dengan baik kosep lalat dan sampah, pernah bercerita "Sejak itu, saya lebih banyak muhasabah. Dosa-dosa sepanjang hidup,seperti diingatkan lagi oleh Allah. Saya hanya bisa menangis, dan terus beristighfar dan bertaubat. Dan takjubnya saya, Allah menyembuhkan saya."

"Alhamdulillahirobbil 'alamiin. Dan sejak itu, biidznillah hingga hari ini, saya berusaha untuk selalu muhasabah. Ibnu Qayyim, berpesan, taruhlah keburukanmu di depan matamu, dan taruhlah kebaikanmu itu dibelakang punggungmu."

Penulis Lalat dan Sampah ini, ustadz Muhammad  Nadhif Khalyani dan tim RLC (Ruqyah Learning Center) ini mengingatkan, bahwa memang jin, setan dan sihir itu seperti lalat. Selama ada sampah, lalat pasti datang. Disemprot pembunuh serangga, lalat itu mati. Tapi pasti akan hadir lalat-lalat yang baru. Supaya tidak datang lagi, maka sampah itu harus dibuang. Kalau kita terkena gangguan jin, itu karena ada sampah di hati kita. Sampah-sampah itu adalah dosa-dosa dari berbagai level, seperti syirik sughro (riya', ujub, sum'ah dan sebagainya), takabbur, dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kesia-siaan, kurang bersyukur dan sebagainya.

Maka tidak sepatutnya peruqyah menjadi ghost buster. Karena memburu jin itu melelahkan. Sedangkan mereka sudah bersumpah untuk terus mengganggu anak Adam
‎‫ﭐ‬
"(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (Al-A'raf: 16)


“kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A'raf: 17)

Selengkapnya, Insya Allah bisa dibaca dalam buku "Lalat dan Sampah" Mengungkap rahasia mengapa tidak kunjung sembuh>

INFORMASI PEMESANAN BUKU :

Ruqyah Syar'iyyah Cilacap

0858 5996 9693

LALAT DAN SAMPAH

LALAT DAN SAMPAH

Beberapa tahun silam, ada salah pasien yang hampir selalu rutin datang setiap sabtu untuk ruqyah bersama. Keluhan sakitnya macem-macem, diantaranya yang saya ingat adalah gangguan di pencernaan dan beberapa keluhan lain. Beliau memiliki latar belakang keluarga besar yang sangat dekat dengan hal-hal supranatural. Jimat, pusaka, atau menghitung hari untuk bangun rumah, atau arah menghadapnya rumah bukan lagi hal asing dalam keluarga beliau. Beliau “rajin” ke dokter jika sakit mulai kambuh. Dan tak kunjung sembuh meski berulang kali berobat. Hingga beliau memutuskan untuk ikut ruqyah. Selesai kah??…..

Tidak. Berulangkali beliau mengikuti ruqyah di tempat saya, dan reaksi yang muncul selalu sama, muntah-munta dan sejenisnya. Selesai ruqyah, badan terasa ringan dan sakit berkurang. Tp tidak berapa lama, sakit datang kembali. Begitu seterusnya.

Suatu saat, tahun lalu (2015), saya diminta ngisi pengajian Ibu-ibu dengan tema ruqyah. Beliau juga hadir di acara tersebut. Seperti biasa sebelum ruqyah dimulai, selalu diawali dengan ta’lim tentang pembersihan jiwa, atau tazkiyatun nafs. Salah satunya adalah mengapa jin bisa hadir dalam hidup kita dan berulah dalam tubuh kita. Begitu juga selesai ruqyah, ada evaluasi sekilas tentang reaksi yang dirasakan dan dikaitkan dengan semua masa lalu dalam keseharian.

Salah satu kalimat yang membuat saya tertegun adalah kalimat dari ibu tersebut.

“Penting mengubah sikap terhadap sakit, dan membenahi diri. Saya sudah tidak lagi merasakan keluhan keluhan yang pernah saya alami dulu. Saya berulang kali ruqyah tapi tidak kunjung sembuh, tetapi saya selalu menyimak setiap nasihat yang Mas sampaikan dan berusaha mengamalkannya. Perlahan saya belajar melapangkan hati, menerima segala yang terjadi dengan ridho dan husnudhon pada Alloh. Kemudian perlahan sakit saya hilang. Saya sembuh bukan karena ruqyahnya, tapi karena saya menyimak nasihat, menyadari ada yang salah dan berusaha memperbaiki batin saya.” Kurang lebih begitu kalimat beliau.

Dan Alhamdulillah, Alloh takdirkan kesembuhan pada beliau.

Ada cerita lain sejenis dengan ini…..

Suatu saat di salah satu kota di jatim..

Ada seorang ibu, pasien di klinik kota tersebut. Saat ruqyah, beliau bereaksi keras, luar biasa. Berbagai dugaan diagnosa diberikan waktu itu. Beliau terus rajin mendatangi klinik ruqyah untuk terapi karena reaksi dan keluhannya tidak kunjung berakhir.

Setelah sekian waktu ruqyah tidak membuahkan hasil, sang Ibu ini disarankan ruqyah ke klinik ruqyah surabaya.

Beliau menceritakan bahwa beliau mulai merasakan hal-hal supranatural alias gangguan jin sejak anaknya tidak diterima di salah satu sekolah favorit yang beliau harapkan.

Hmmm…mungkin kekecewaan, kesedihan dan perlu dibenahi sikapnya terhadap takdir Alloh. Ini point diskusi yang coba kami pahamkan pada beliau. Alhamdulillah beliau menyadari ada yang salah dalam cara bersikap terhadap sesuatu yang telah terjadi. Beliau berusaha mohon ampun pada Alloh dan berusaha melapangkan dada terhadap apa yang terjadi. Serta berusaha husnudhon pada Alloh terkait dengan anaknya.

Kemudian, ruqyah dilakukan. Maa syaa Allohu laa quwwta illa billah. Tidak ada reaksi apapun dan gangguan selesai.

Saya teringat nasihat salah satu guru saya, semoga Alloh merahmati beliau, bahwa jin dan diri kita, ibarat lalat dan tempat sampah.

Kenapa?

Beliau bertanya pada saya, “jika lalat mendatangi sampah, apa yang akan antum lakukan?”

Lalu beliau melanjutkan dengan kalimat kurang lebih spt ini,

“Tidak ada gunanya kita mengejar si lalat itu.”

“Sangat melelahkan kalau kita harus memukul dan membunuh satu persatu lalat itu.”

“Meski lalat itu terbunuh semua, lalat lain akan segera hinggap di sampah tersebut”

“Seandainya pun, setelah itu semua lalat habis terbunuh, tempat sampah tersebut tetaplah kotor. Tetap tidak indah dipandang dan tetap tidak sedap baunya” ….

Maka…

Yang perlu kita lakukan bukan lah mengejar si lalat tetapi, ambil sampahnya, bersihkan tempat sampahnya maka semua lalat akan menyingkir setelah itu.

Proses ruqyah pun demikian adanya. Semua masalah yang sedang terjadi dalam hidup kita termasuk Gangguan jin dan sihir erat kaitannya dengan hal ini, yakni sampah yang menumpuk dalam diri.

Pada sebagian orang musibah, atau gangguan jin mungkin adalah ujian, karena Alloh berkehendak memuliakannya dengan ujian tersebut. Tapi pada kebanyakan orang, gangguan jin yang terjadi karena ada sesuatu yang harus dibenahi.

Saat kita menganggap bahwa gangguan jin adalah ujian, maka kita akan lebih sulit melihat kekurangan dalam diri kita.

Tetapi, manakala kita menganggap bahwa gangguan jin adalah bagian dari teguran Alloh maka kita akan lebih mudah untuk menyadari adanya kekurangan dalam diri.

Demikianlah Alloh mengingatkan kita bahwa semua terjadi karena sesuatu dalam diri dan masa lalu kita

 QS. Asy Syura : 30

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).



Oleh karenanya merasa ada kekurangan lebih utama

QS. An Najm : 32

(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.


Jadi, mungkin semua keluhan yang kita rasakan sebenarnya berujung pada hal ini, bukan soal kuat dan lemahnya jin dan dukunnya, juga bukan soal teknik ruqyahnya…..

Tapi mungkin ini soal Lalat Dan Sampah….

Semoga Alloh limpahkan taufiqNYA agar kita dimudahkan menemukan ‘sampah-sampah’ itu, sehingga setelah itu, sang lalat menyingkir, dan “tempat itu” menjadi harum dan indah dipandang mata.

Aamiin

Wallohu’alam

Semoga bermanfaat



m.nadhif khalyani


Repost by
Ruqyah Syar'iyyah Cilacap /RSC

www.ruqyahcilacap.blogspot.co.id

JIKA MELIHAT JIN...

MELIHAT JIN....
Kelemahan atau Kehebatan?

Jin adalah makhluk ghaib yg tergolong ghaib mutlak. Artinya, hanya Allah yg mengetahui hakikat jin.
 Untuk mendefinisikan jin, Syeikh Abu al-Barro' saya anggap paling jelas dan paling lengkap menjelaskannya.
 Definisi itu, sengaja saya tulis secara bernombor sebagai berikut :
(1). Jin merupakan sejenis makhluk yg memiliki jisim dan ruh.

(2). Dia berakal, memiliki keinginan dan dibebani hukum (mukallaf) sebagaimana manusia.

(3). Diciptakan dari api yang jernih dan terbaik.

(4). Tabiat penciptaan mereka memiliki hakikat yang hanya diketahui oleh Allah.

(5). Asal penciptaan mereka tidak dapat dirasakan oleh panca indera.

(6). Tabiat (alamiyah) dan bentuk mereka yg sebenarnya tidak dapat dilihat.

(7). Mereka punya kemampuan tamatsul (menyerupai) dan tasyakkul (menjelma).

(8). Mereka makan dan minum serta menikah dan berketurunan.

(9). Mereka akan menjalani hisab terhadap amal perbuatan mereka di akhirat.

(10). Tubuh jin itu, kadang "kasar" dan kadang "halus". Ini merupakan pendapat Ahlussunnah wal Jamaah.

(11). Alam jin memiliki undang-undang dan peraturan yg mereka jalani dalam menempuh hidup, mati dan sebagainya.
(Baca : Kitab Manhaj asy-Syar'i, hal. 23).
===

Lebih kurang itulah definisi yg cukup panjang disebutkan beliau.
 Penekanan saya adalah poin 4, 5, 6, 7 dan 10.

Syekh Mutawalli asy-Sya'rowi berkata :
(1). Syaitan (jin) dalam bentuk aslinya tidak dapat dilihat oleh manusia. Kerana syaitan berada diatas kemampuan (penglihatan) manusia.

(2). Akan tetapi jika jin menjelmakan diri dalam bentuk manusia (tamatsul) dan binatang (tasyakul), maka kita akan dapat melihatnya.

(3). Ketika syaitan menjelmakan diri dalam bentuk materi (benda), maka hukum materi itu berlaku pada dirinya.

(4). Jika dia menjelma dalam bentuk manusia, maka dia akan tunduk kepada hukum (yg berlaku) pada manusia. Jika ditembak, dia akan mati.

(5). Jika syaitan nampak dalam bentuk apa pun, penampakannya tidak akan berlangsung lama, lalu setelah itu menghilang. Karena dia tahu bahwa orang yg melihatnya dalam bentuk itu boleh membunuhnya.
(Baca : Kitab As-Sihr wa al-Hasad, hal. 38-39).

Pendapat Syekh asy-Sya'rowi dan Syekh Abul Barro saya jadikan dua hal yg saling menguatkan. Pendapat saya :
(1). Mengikut apa yg sudah dijelaskan Syiekh Abul Barro dalam definisi yg sudah disebutkannya bahwa hakikat jin hanya diketahui oleh Allah, panca indera (indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera perasa dan indera pencicip) tidak dapat mengetahui keberadaan jin dan mereka punya kemampuan menjelma dan menyerupai sesuatu dgn izin Allah kerana mereka boleh berubah menjadi tubuh "kasar".

(2). Mengikut pendapat Syiekh Sya'rowi yg mengatakan bahwa jika jin berubah bentuk, maka dia tunduk kpd qanun yg mengaturnya. Jika dia menjelma jadi manusia, maka dia boleh dibunuh.

(3). Penjelmaan jin tidak akan berlangsung lama, sebab dia tahu bahwa dia dalam kondisi lemah sehingga manusia boleh membunuhnya. Kerana itulah dia hanya mampu menampakkan penjelmaannya hanya sekilas.

(4). Setiap makhluk punya qonun dan aturan di alamnya. Jika dia keluar dari tabiat alamnya, dia akan lemah dan tunduk pada qanun makhluk yg lain.
Ikan hanya punya kekuatan dan mampu bertahan hidup jika dia berada di dalam air. Cacing akan hidup dengan leluasa jika berada di dalam tanah.
Manusia dan makhluk yg hidup di darat, akan bertahan lama hidup diatas bumi.
 Begitu juga dengan jin. Dia hanya kuat ketika berada di alamnya. Jika dia menjelma, dia lemah dan manusia mampu membunuhnya. Imam Ibnu Abid Dunia mengatakan "Jika kamu berani jin akan takut, tapi jika kamu takut jin akan berani".

(5). Mengapa dukun, boleh berdialog dengan jin dalam waktu yg sangat lama. Padahal dia dalam keadaan yg lemah saat menjelma berhadapan dgn sang dukun?
 Kerana dia tahu, bahwa sang dukun sedang dalam keadaan yg sangat lemah.
Cuba bayangkan jika ada ustadz, kyai atau peruqyah dapat melihat jin dan berbicara dalam waktu lama seperti dalam film horor spt Munafik 1 dan Munafik 2, apakah dia lemah atau kuat?

Itu saja yg saya ingin sampaikan bahwa kemampuan boleh melihat jin dan berbicara dengannya adalah bentuk kelemahan manusia dihadapan jin.
Berbeza dengan para Nabi, sahabat dan salafussaleh yg mereka dalam bimbingan Allah.
Jadi, bedakan penampakan di zaman old dikalangan mereka dan zaman now dikalangan manusia spt kita.

 Jika ada waktu dan masa, nanti akan saya jelaskan perbedaan kedua zaman itu dlm hal melihat penampakan jin.

 Wallahu a'lam.

Menjelang Maghrib di Medan, 8 September 2018
Musdar Bustamam Tambusai
(Founder MATAIR / Majlis Talaqqi Ilmu Ruqyah, Medan - Indonesia)

FB Musdar Bustamam Tambusai

Repost by

Ruqyah Syar'iyyah Cilacap/ RSC

www.ruqyahcilacap.blogspot.co.id

Hakikat Zuhud..

*ZUHUD ITU..*
Zuhud itu bukan dilihat dari tampilan, namun arah dan tujuan kehidupan jiwa seseorang. Sekuat apapun engkau sembunyikan, maka keserakahan nafsu itu nampak dari jemari, lisan, tindakan bahkan dalam gerak isyarat matamu memandang.

Saudaraku..
Bayangkanlah, jika seluruh hidupmu engkau isi dengan kepura-puraan?

Brother..
What if your whole live is based on lies?
Dimana letak kemenangan yang engkau maksudkan?
Apakah hari ini ketenangan sudah bersemayam didadamu diakhir salam shalatmu?

Atau...
Engkau masih tergesa mengejar, memenuhi, mengenyangkan hawa nafsumu?

Sungguh engkaulah yang tau, dan wajahmu menjelaskan. Jemarimu mendeskripsikan. Dan dimana dirimu saat ini, itulah kenyataannya.

Jika engkau masih kecewa berkepanjangan tanpa ada obatnya, maka ketahuilah bahwa orang yang beriman dengan kehidupan akhirat yang luas dan kekal itu tidak pernah kecewa oleh kehilangan dunia.

Jika engkau mengukur kemenangan akhirat itu dengan dunia, niscaya planet bumi ini terlalu kecil untuk mengukur luasnya langit.

Merendahlah saudaraku..
Merendahlah hingga tak sesiapapun bisa merendahkanmu lagi!

Hijrahlah wahai jiwa, hingga tak satu pun mahluk di dunia ini mampu mengecewakanmu. Sesungguhnya makna hijrah adalah berubahnya orientasi jiwa, dsri persimpangan dunia menuju negeri akhirat. Dan, selama puncak tujuan itu ada dipermukaan bumi, maka engkau akan hina. Namamu tidak akan pernah melangit. Tak dikenal penghuni langit.

Namun jika cita dan harapan telah melangit, maka ketahuilah bahwa setiap pendakian itu menyesakan.

Namun saudaraku..
Meski demikian sesak. Sungguh..
Sungguh seluruh hidup ini adalah pendakian
Hidup ini tak pernah datar..
Note that live is never flat!

Jika hidup ini tenang dan datar saja, maka curigailah dirimu. Barangkali kita sedang berjalan ke arah yang berlawanan dengan kebahagiaan.

Sehingga..
Semakin kuat engkau berlari,
Semakin engkau jauh dari kebahagiaan.

📝 *NAI*
_*Nuruddin Al Indunissy*_

Repost by
Ruqyah Syar'iyyah Cilacap /RSC

www.ruqyahcilacap.blogspot.co.id

Hati hati membuang air panas di kamar mandi

HATI-HATI MEMBUANG AIR PANAS DI KAMAR MANDI ATAU TOILET, BISA JADI MENGGANGGU BANGSA JIN...


Syaikhul Islam menuliskan,

وصرع الجن للإنس هو لأسباب ثلاثة : تارة يكون الجني يحب المصروع فيصرعه ليتمتع بهوهذا الصرع يكون أرفق من غيره وأسهل وتارة يكون الإنسي آذاهم إذا بال عليهم أو صب عليهمماء حارا أو يكون قتل بعضهم أو غير ذلك من أنواع الأذى وهذا أشد الصرع وكثيرا ما يقتلون المصروع وتارة يكون بطريق العبث به كما يعبث سفهاء الإنس بأبناء السبيل

JIN YANG MERASUK KEDALAM TUBUH MANUSIA, BISA TERJADI KARENA 3 SEBAB :
.
1. Karena jin ini menyukai orang yang dia rasuki. Jin merasukinya, agar dia bisa merasa tenang dengannya. Kerasukan semacam ini paling ringan dan palling mudah dari pada yang lain.
.
2. Karena manusia mengganggu jin, misalnya dengan mengencingi jin atau menyiram air panas ke jin. Atau membunuh salah satu jin, atau bentuk gangguan lainnya. Ini jenis kerasukan paling berat, dan bahkan seringkali bisa menyebabkan terbunuhnya orang yang kerasukan.
.
3. Kerasukan karena sebab jin main-main. Layaknya anak-anak nakal yang suka ganggu orang lewat.
.
(Majmu’ Fatawa, 13/82).
.
Beliau juga mengatakan,
.
وقد يكون وهو كثير أو الأكثر عن بغض ومجازاة مثل أن يؤذيهم بعض الإنس أو يظنوا أنهم يتعمدوا أذاهم إما ببول على بعضهم وإما بصب ماء حار وإما بقتل بعضهم وإن كان الإنسي لا يعرف ذلك – وفي الجن جهل وظلم – فيعاقبونه بأكثر مما يستحقه
.
Dan terkadang (dan ini sering terjadi pada sebagian orang) bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan. Sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi.
.
(Majmu’ Fatawa, 19/40).
.
Untuk itulah, hendaknya setiap muslim berhati-hati ketika membuang air panas.
.
Berikut ini beberapa adab yang perlu diperhatikan :
.
1. Lakukan dzikir pagi petang. Karena dzikir pagi petang ibarat baju besi bagi manusia, yang menjadi sebab Allah melindungi orang yang rutin membacanya dari gangguan makhluk yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.
.
2. Hindari membuang air panas di tempat yang umumnya dihuni jin. Sebagian ulama menyarankan agar tidak dibuang di kamar mandi. Karena kamar mandi termasuk tempat yang paling di sukai jin dalam rumah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الْخَلاَءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
.
"Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti (oleh setan). Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah :
.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
.
"Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita". (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).
.
Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,
.
فليحترز المسلم من صب الماء الحار في الحمامات أو غيرها ؛ لئلا يصيب الجن وهو لا يعلم، فيصيبونه بأذى، ومثل هذا يعرف بالتجربة، ولا نعلم فيه شيئاً عن النبي صلى الله عليه وسلم، أو عن أحد من أصحابه رضي الله عنهم
.
Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).
.
Termasuk yang perlu dihindari adalah membuang air panas di lubang-lubang tanah.
.
Dari Qatadah, dari Abullah bin Sirjis, beliau mengatakan,
.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْجُحْرِ
.
Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kencing di lubang. Qatadah ditanya, ‘Mengapa kencing di lubang dilarang ?’. Jawab beliau :
.
إِنَّهَا مَسَاكِنُ الْجِنِّ
.
“Lubang itu tempat persembunyian jin". (HR. Ahmad 19847, Nasai 34, Abu Daud 29, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
.
3. Jika diperlukan, baca basmallah sebelum membuang air panas.
.
Misalnya, ketika kondisi kita berada di tempat asing, atau kita merasa sangat khawatir dengan satu tempat tertentu, kita bisa membaca basmallah sebelum membuang air panas.
.
Syaikh Abdurrahman al-Barrak pernah ditanya, Apakah ada anjuran untuk membaca basmallah ketika seseorang membuang air panas ?.
.
Jawab beliau,
.
لا أذكر أنه ورد الندب في التسمية في خصوص ما ذُكر، لكن ذكرك لله من الأسباب التي دلت النصوصأنه يطرد الشياطين ويمنع من شرهم، كما شُرعت التسمية عند الاضطجاع، وعند دخول المنـزل
.
Saya tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan memmbaca basmallah secara khusus untuk kasus yang disebutkan. Akan tetapi menyebut nama Allah termasuk salah sebab yang ditunjukkan oleh dalil bahwa itu bisa mengusir setan dan menghalangi kejahatan mereka. Sebagaimana kita dianjurkan untuk membaca basmallah ketika tidur atau ketika masuk rumah.
.
Kemudian beliau melanjutkan,
.
فأرجو أن ما يفعله الناس في مثل هذه الأحوال التي أُشير إليها في السؤال أرجو أنه حسن؛ لأن صب الماء الحار ولا سيما في بعض المواضع التي يمكن أن تكون مسكناً للجن يُخشى أن يكون له أثر انتقامي، فإذا ذكر الإنسان اسم الله فقال: باسم الله، كان ذلك سبباً في طرد ما يخشى من شر الشياطين
.
Saya berharap apa yang dilakukan masyarakat dengan membaca basmallah ketika membuang air panas sebagaimana yang ditanyakan, saya berharap ini termasuk perbuatan baik. Karena membuang air panas, terlebih di tempat-tempat yang mungkin itu dihuni jin, dikhawatirkan akan menyebabkan balas dendam. Jika seseorang membaca basmallah, ini bisa menjadi sebab menjauhkan dari kekhawatiran akan dampak kejahatan setan. (Al-Arak Majmu’ Fatawa al-Barrak).
.
Barakallahufiikum